Menurut media Israel, pada hari Selasa malam (29 Oktober), PM Israel, Benjamin Netanyahu melakukan konsultasi dengan para pejabat Pemerintah, jenderal tentara dan intelijen tentang prospek menghentikan konflik dengan Gerakan Hezbollah di Lebanon.
Sebelumnya, Kantor Berita Ynet dari Israel memberitahukan bahwa beberapa pejabat senior negara ini mengkonfirmasikan telah mencapai kemajuan dalam negosiasi-negosiasi tentang satu gencatan senjata selama 60 hari antara IDF dan Hezbollah.
Terhadap proses negosiasi tentang gencatan senjata dan pertukaran sandera dengan Gerakan Islam Hamas di Jalur Gaza, Ynet pada tgl 29 Oktober malam memberitakan bahwa semua pihak sedang mendiskusikan kemungkinan melaksanakan satu gencatan senjata baru selama sebulan dengan syarat pembebasan 11-14 sandera.
Sementara itu, pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri mengumumkan bahwa kelompok ini sedang meneliti rekomendasi baru yang dikeluarkan oleh para mediator, tapi menekankan bahwa kesepakatan mana pun juga meliputi penarikan sepenuhnya serdadu Israel ke luar dari Jalur Gaza.
