Pada Selasa (04 Januari), pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Abdi Mahamud memberitahukan bahwa kian ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa varian Omicron dari virus SARS-CoV-2 menimbulkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya. Dia menegaskan ini merupakan informasi positif. Tetapi Omicron akan cepat menjadi varian penularan yang dominan banyak negara pada beberapa pekan mendatang dan ini justru merupakan ancaman terhadap negara-negara yang memiliki persentasi vaksinasi Covid-19 rendah.

Terkait dengan suntikan vaksin Covid-19, Israel merupakan negara pertama di dunia yang menggelar suntikan booster kali ke-4 untuk melindungi warga dari penularan varian Omicron. Israel baru saja mengumumkan hasil sementara yang menunjukkan bahwa suntikan dosis ke-4 bisa meningkat antibodi lima kali lipat dalam waktu sepekan setelah disuntikkan.