Menurut Osama Rabie, situasi sekarang dan tantangan-tantangan yang belum pernah ada di Laut Merah telah mendorong perusahaan-perusahaan kapal mencari rute-rute pelayaran alternatif dan menjauhi Terusan Suez. Hal ini membuat omset Terusan Suez dari Mesir telah menurun dari 9,4 miliar USD pada tahun fiskal 2022/2023 menjadi tinggal 7,2 miliar USD pada tahun fiskal 2023/2024.
Sejak konflik di Jalur Gaza merebak pada bulan Oktober tahun lalu, pasukan Houthi di Yaman telah berkali-kali menyerang kapal-kapal yang melewati Laut Merah dan Teluk Aden yang terhubung dengan Israel, sehingga mengganggu lalu lintas maritim di Laut Merah. Banyak perusahaan transportasi terpaksa banting arah dari Terusan Suez dan memilih jalur laut di sekitar Tanjung Harapan di ujung Selatan benua Afrika, yang lebih jauh tetapi lebih aman.
