Pernyataan Menteri Energi Arab Saudi tersebut dikeluarkan hanya sehari setelah Presiden Amerika, Donald Trump mengatakan bahwa negara-negara penghasil minyak utama akan mengurangi hasil produksi lebih dari dua kali lipat terbanding dengan perjanjian sebelumnya untuk bisa mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh negara-negara dalam perundingan.