Ilustrasi (Foto: AFP / VNA)

Sebelumnya pada hari yang sama, para Menteri OPEC telah melakukan pertemuan resmi di Wina, Austria, selanjutnya ialah rapat antara Menteri negara-negara di luar blok (atau disebut OPEC+), yang berlangsung pada Jumat (6/3), guna mengusahakan langkah mengekang turunnya harga minyak. Arab Saudi, negara eksportir minyak tambang terbesar dalam OPEC, berharap supaya para produsen di dalam dan luar blok, di antaranya ada Rusia, sepakat memangkas lagi volume hasil produksi sebanyak 1-1,5 juta barel per hari pada triwulan II tahun 2020, bersamaan itu ingin memperpanjang permufakatan pemangkasan 2,1 juta barel per hari, yang direncanakan akan habis batas waktunya pada bulan Maret, sampai akhir tahun ini. Akan tetapi, rekomendasi Riyadh dan negara-negara anggota OPEC tersebut masih belum menerima dukungan Rusia.