(Foto ilustrasi : Reuters)

Kanselir Jerman, Angela Merkel menyatakan bahwa dia merasa sayang atas keputusan Presiden Donald Trump tersebut. Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel dan banyak Menteri Jerman menyebut keputusan ini sebagai tindakan mengamcam pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknik, tetapi menekankan pintu masuk Perjanjian Paris tentang menghadapi perubahan iklim masih terbuka dengan Washington.

Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyatakan bahwa keputusan AS yang menarik diri dari Perjanjian Paris merupakan “kekecewaan besar”. Dia menyatakan keinginan agar AS akan memainkan peranan memimpin dalam perang menanggulangi perubahan iklim global dan bersedia “bekerjasama dengan pemerintah AS dan semua unsur yang lain di AS dunia untuk membangun satu masa depan yang berkesinambungan bagi generasi depan.”