Satu sidang OIC di Istanbul, Turki (Foto: AFP/VNA)

Ketika berbicara di depan sidang OIC di Kota Jeddah, Arab Saudi, OIC memprotes rencana AS dan Israel karena hal ini tidak memenuhi aspirasi minimal dan kepentingan-kepentingan yang sah dari rakyat Palestina, serta bertentangan dengan proses perdamaian.

OIC yang mewakili lebih dari 1,5 miliar Muslim di dunia menegaskan kembali dukungan terhadap Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina pada masa depan. OIC menekankan bahwa perdamaian akan hanya bisa dicapai ketika Israel menghentikan pendudukan, serta menarik serdadu dari wilayah Negara Palestina, konkretnya ialah kota Yerusalem dan wilayah-wilayah lain Palestina yang diduduki setelah perang tahun 1967.