Hanya dalam lima bulan pertama tahun 2026, Vietnam berhasil menarik sekitar 25 miliar dolar AS investasi asing langsung (FDI) yang terdaftar, dengan hampir 10 miliar dolar AS di antaranya telah direalisasikan. Menurut Driol, angka-angka tersebut tidak hanya mencerminkan komitmen investasi di atas kertas, tetapi juga telah diwujudkan melalui berbagai proyek nyata, mulai dari pembangunan pabrik, pemasangan lini produksi, perekrutan tenaga kerja, hingga pembentukan jaringan pemasok.
Pakar Prancis itu menilai keunggulan Vietnam tidak hanya terletak pada biaya tenaga kerja yang kompetitif, tetapi juga pada stabilitas politik, tenaga kerja muda yang semakin terampil, tingkat integrasi ekonomi internasional yang mendalam, serta kemampuan menjalin konektivitas yang efektif dengan pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa (UE), Jepang, dan Korea Selatan. Menurutnya, Vietnam kini telah memiliki posisi yang kokoh di bidang elektronik, komponen, perakitan teknologi tinggi, dan peralatan industri.
Yang juga patut diperhatikan, struktur investasi asing di Vietnam kini mengalami perubahan yang jelas. Jika sebelumnya sebagian besar proyek berfokus pada industri padat karya, kini arus investasi semakin mengarah ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi, seperti elektronik berteknologi tinggi, semikonduktor, otomatisasi, transisi energi, dan transformasi digital.
Driol menilai bahwa dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kemampuan beradaptasi yang cepat terhadap dinamika ekonomi global, serta kebijakan untuk menarik investasi di bidang teknologi, penelitian dan pengembangan (R&D), serta manufaktur bernilai tambah tinggi, Vietnam secara bertahap bertransformasi dari pusat manufaktur berbasis perakitan menjadi salah satu mata rantai penting dalam rantai nilai industri global.
