PM Palestina, Mohammad Shatyyeh (Foto: AFP/ VNA) |
Ketika berbicara di depan konferensi pers menjelang sidang kabinet, PM Shatyyeh menunjukkan bahwa lembah Jordania yang direncanakan akan dianeksi oleh Israel menduduki posisi 28% total area Tepi Barat. Dia menekankan pendirian yang tegah dari dunia Arab dan Eropa ialah “akan mempunyai kemungkinan mengekang Israel”.
Sebelumnya, kalangan otoritas Palestina memperingatkan akan membatalkan semua permufaktan bilateral dengan Israel kalau negara ini memperomosi rencana-rencana penggabungan kawasan Palestina dengan wilayah Israel. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas telah membentuk satu komite khusus untuk menghadapi kemungkinan Israel menggabungkan beberapa wilayah di Tepi Barat.

