Presiden Palestina, Mahmud Abbas. (Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)

Dalam pidatonya di sidang DK PBB tersebut, Presiden Mahmud Abbas telah memperkenalkan apa yang dia namakan “rencana perdamaian” untuk mengadakan kembali perundingan-perundingan Israel-Palestina yang mengalami kemacetan dengan cara mediator kerujukan internasional, di antaranya Amerika Serikat akan punya lebih sedikit pengaruh. Dia juga menekankan perlunya menyusun satu mekanisme internasional multilateral untuk memecahkan masalah Palestina. Menurut dia, satu konferensi internasional sebaiknya meliputi pula orang Palestina, Israel dan 5 anggota tetap DK PBB dan PBB.