Menurut komunike pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Palestina, perbahasan ini merupakan satu bagian dalam upaya-upaya untuk “menangani masalah-masalah keuangan sesuai dengan kepentingan Palestina”.
Menurut Menteri Shukri Bishara, perbahasan ini telah mengungkapkan masalah-masalah yang bersangkutan dengan “rekening-rekening orang Palestina yang tersesat yang belum diterima dan uang-uang yang sedang dipegang oleh pihak Israel dan seharusnya dikirim ke perbendaharan negara Palestina”. Selain itu kalangan otoritas dua fihak juga mengungkapkan masalah pembukaan koridor perbatasan satu-satunya di Tepi Barat siang-malam untuk mendorong aktivitas mobilitas kepada orang Palestina untuk keluar dan masuk daerah ini.
![]() |
Dalam perkembangan yang lain, pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina, Reyad al-Malki memberikan penilaian positif terhadap upaya-upaya Pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump dalam pekerjaan memberikan bantuan untuk memecahkan bentrokan Palestina-Israel. Di depan kalangan pers di Muskat, Menlu Reyad al-Malki memberitahukan bahwa “Presiden Palestina, Mahmud Abbas telah menekankan keseriusan dari pimpinan AS terhadap pemecahan masalah Palestina” setelah pertemuan antara dua fihak pada bulan ini di Washington DC, AS.

