Zona pemukiman Maale Adumim dari Israel di Tepi Barat (Foto: AFP/VNA)

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Palestina akan tidak mengizinkan Israel “memanipulasi dan merusakkan resolusi mengenai legalitas internasional dan hak orang Palestina”.

Palestina mengeluarkan pernyataan tersebut setelah media Israel memberitakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pimpinan Partai Hijau-Putih, Benny Gantz telah berhasil mencapai satu permufakatan, menurut itu Israel akan menggabungkan semua zona pemukiman di Tepi Barat pada bulan Juli mendatang.

Pemukiman Israel di Tepi Barat dianggap bertentangan dengan hukum internasional dan ini juga merupakan salah satu rintangan besar terhadap proses perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel sejak tahun 2014.