Menurut hemat juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rdeineh, Palestina belum pernah menolak semua rekomendasimengadakan perundingan atau gagasan damai manapun, namun pandangan Palestina ialah perdamaian hanya terbentuk dengan solusi dua Negara di atas dasar garis perbatasan tahun 1967, semua resolusi internasional dan Gagasan Damai Arab yang sudah menganggap Jerussalem Timur sebagai satu bagian dari wilayah yang diduduki. Dia menekankan: Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) bersedia mengadakan kembali dialog dengan Amerika Serikat jika Washington menghormati persyaratan-persyaratan ini.
Hubungan antara Pemerintah Palestina dan Amerika Serikat menjadi tegang setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan mengakui Jerussalem sebagai Ibukota Irsrael dan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke kota ini pada bulan Mei 2018.
