Gugus pemukiman penduduk Maale Adumim milik Israel di Tepi Barat, 16/6/2020 (Foto: AFP / VNA) |
Sebelumnya, pada 31 Juli yang lalu, wakil Uni Eropa dan Dubes 15 negara Eropa telah mengirim surat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Israel memprotes keputusan membangun gugus pemukiman Givat Hamatos dari Pemerintah negara ini. Ketika memberikan reaksi setelah tindakan tersebut, Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, mengimbau kepada para diplomat Eropa supaya mengesahkan keputusan-keputusan aksi guna mencegah perilaku “ilegal, umum, dan tidak diberi sanksi”.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas memberitahukan bahwa Pemerintah Palestina bersedia melakukan kembali perundingan-perundingan damai yang tertunda kalau Israel menghentikan rencana menggabungkan Tepi Barat. Pemimpin Palestina ini juga menganggap bahwa banyak negara perlu memberikan sponsor terhadap perundingan-perundingan damai dengan Isarel, dan perundingan ini harus berdasarkan pada semua resolusi internasional.

