Gencatan senjata tersebut akan diperpanjang dari pukul 22.00 (waktu UTC), tanggal 30 April (atau pukul 5.00 tanggal 1 Mei menurut WIB). Tentara Sudan mengatakan bahwa kedua pihak mencapai kesepakatan perpanjangan tersebut melalui peranan AS dan Arab Saudi sebagai perantara.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephane Dujarric, pada tanggal 30 April, mengatakan bahwa organisasi global ini sangat khawatir atas dampak mendesak serta untuk jangka panjang yang diakibatkan konflik bersenjata sekarang di Sudan “terhadap rakyat Sudan dan seluruh kawasan”. PBB sekali lagi mengimbau semua pihak permusuhan di Sudan untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur, menciptakan kondisi yang kondusif bagi pengungsian warga dari kawasan-kawasan tempur, serta menjamin keselamatan pekerjaan SAR dan perawatan kesehatan.