![]() |
Dengan tercapainya permufakatan ini, para legislator Parlemen Eropa ingin akan turut mendorong aktivitas perdagangan bilateral, dialog politik serta kerjasama ekonomi antara dua fihak. Untuk bisa menjadi efektif, yang mendesak ini permufakatan tersebut perlu mencapai pengesahan dari parlemen semua negara anggota Uni Eropa, bersamaan itu Parlemen Eropa juga harus mengesahkan naskah ini pada sidang pleno. Menurut rencana, pemungutan suara akan diadakan pada bulan Juli mendatang di Strasbourg, Perancis Timur Laut.
Sebelumnya, pada 12/2016, Uni Eropa dan Kuba telah menandatangani permufakatan bilateral pertama, menghentikan ketegangan selama bertahun-tahun ini karena Brussels mengenakan pandangannya, khususnya tentang hak asasi manusia, terhadap La Habana.

