Ketika berbicara di depan parlemen, PM Theresa May menyatakan bahwa pada 11/12 mendatang, parlemen harus mengeluarkan keputusan tentang mendukung atau menentang hasil referendum warga Inggris tentang masalah Brexit.

Pada hari yang sama, juru bicara politik dari PM Theresa May mengatakan bahwa dia masih percaya akan mendapat dukungan dari parlemen terhadap permufakatan Brexit tersebut. Jubir ini juga mengatakan bahwa Pemerintah Inggris berfokus pada meraih pengesahan parlemen pada kali pertama. Akan tetapi, pemimpin Partai Buruh yang beroposisi, Jeremy Corbyn mengatakan bahwa untuk kebaikan negeri Inggris, parlemen negara ini mempunyai sedikit pilihan kecuali menolak permufakatan Brexit.