Dalam pidato pelantikan segera setelah itu, Presiden Joseph Aoun memberitahukan bahwa peristiwa ini menandai dimulainya satu halaman baru dalam sejarah Lebanon. Presiden baru Lebanon juga berkomitmen menghentikan pendudukan Israel dan merekonstruksi Lebanon Selatan; bersamaan itu menyatakan akan menggalang hubungan kemitraan strategis dengan semua negara Arab selama menjalankan kebijakan netralitas.
Pada hari yang sama, banyak pemimpin dunia dan negara-negara di kawasan telah mengucapkan selamat kepada Presiden baru Lebanon. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Al-Budaiwi menegaskan kembali dukungan GCC terhadap kedaulatan, keamanan dan kestabilan Lebanon serta angkatan bersenjata negara ini.
Kementerian Luar Negeri Rusia berharap agar hal ini akan membuka prospek untuk memperkuat kestabilan politik internal dan mengatasi situasi ekonomi sulit yang dialami Lebanon.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken menegaskan, ini merupakan peluang bersejarah dalam konteks Lebanon sedang berupaya melaksanakan komitmen-komitmen dalam kesepakatan penghentian tindakan-tindakan permusuhan dan menegakkan satu perdamaian yang berjangka panjang dan stabil bagi rakyat negeri ini.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menegaskan, Eropa mendukung jalan yang menuju ke stabilitas dan reformasi Lebanon.
