![]() |
Dalam satu pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan dengan para pemimpin partai-partai oposisi, dia mengatakan bahwa dia percaya pada sukses-nya keputusan tersebut untuk mengontrol aktivitas Parlemen guna mencegah Brexit tanpa permufakatan. Menghadapi gerak-gerik tersebut, PM Boris Johnson menyatakan bersedia berseru mengadakan pemilihan umum dini pada tanggal 14/10 mendatang kalau para legislator mengesahkan Rancangan Undang-Undang mengenai pencegahan Brexit tanpa permufakatan.
Juga bersangkutan dengan Brexit, dalam pernyataan-nya pada Selasa (03 September), Juru bicara Komisi Eropa, Mina Andreeva mengakui kemungkinan tinggi tentang satu skenario “Brexit keras” yang akan berlangsung pada tanggal 31/10 mendatang. Namun, Komisi Eropa masih tetap percaya bahwa keluar-nya Inggris dari Uni Eropa yang berdasarkan pada permufakatan yang telah dicapai oleh mantan PM Theresa May dan kalangan pimpinan Uni Eropa sebelumnya akan merupakan solusi sebaik-baiknya. Sebelumnya, permufakatan ini telah tiga kali ditolak oleh Parlemen Inggris.

