Juru bicara Tentara AS, Sean Rya mengakui bahwa Pasukan Koalisi pimpinan AS telah melakukan serangan-serangan udara ini. Pasukan Koalisi tersebut juga menegaskan menimbulkan kematian terhadap lebih dari 1.100 penduduk sipil Suriah dan Irak. Namun, angka jumlah korban yang dikeluarkan oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia jauh lebih tinggi.

Tentang situasi perang di Suriah, Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SHOR) memberitahukan bahwa pasukan-pasukan Pemerintah Suriah, pada Sabtu (17 November), telah merebut kontrol terhadap tempat bersembunyian terakhir IS di Suriah Selatan setelah berbulan-bulan terjadi bentrokan yang sengit. Tentara Pemerintah telah merebut kembali kawasan Tulu al-Safa – terletak antara Provinsi Damaskus dan Sweida setelah para militan IS melari diri ke gurun pasir Badia.