Banyak sumber berita mengatakan bahwa yang berdiri di belakang kudeta tersebut adalah satgas tentara nasional di bawah komando mantan legiuner Perancis, Mamady Doumbouya.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres pada 5 September telah mengutuk kudeta di Guinea dan mendesak pasukan pemberontakan untuk membebaskan Presiden Alpha Conde.
