Paus Franciskus membacakan pesan tradisional sehubungan dengan Hari Natal. Foto: Reuters

Ketika berbicara di depan ribuan orang, Paus Franciskus menekankan situasi pelanggaran kemanusiaan yang serius akibat konflik antara Israel dan Gerakan Islam Hamas di Jalur Gaza, mengimbau para pihak melakukan gencatan senjata dan membebaskan para sandera. Dia juga mengimbau pendorongan perdamaian di Sudan, negara Afrika Timur yang sedang tenggelam dalam perang saudara selama 20 bulan ini dan krisis kemanusiaan yang serius. Terkait dengan konflik Rusia-Ukraina, Paus Franciskus mengimbau para pihak untuk “berunding demi satu perdamaian yang adil”.

Pada kesempatan ini, Paus Franciskus juga menginginkan agar perdamaian ditegakkan di seluruh dunia, berharap agar konflik-konflik sekarang ini akan berakhir dan dunia akan dipenuhi dengan kecintaan dan empati. Dia menginmbau semua orang di semua negara untuk mencari keberanian pada Tahun Suci 2025 untuk “membungkam suara senapan dan mengatasi perpecahan”.