![]() |
Menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, bentrokan di Yaman bertentangan dengan kepentingan-kepentingan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan rakyat Yaman.
Yaman terperangkap dalam kekisruhan setelah kaum pembangkang Houthi yang mendapat dukungan Iran dan kekuatan yang pro dengan mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh mengontrol sebagian besar wilayah, di antaranya ada Ibukota Sanaa. Pasukan koalisi Arab telah melakukan intervensi pada bulan Maret lalu untuk membantu Pemerintah pimpinan Presiden Mansour Hadi yang diakui oleh dunia internasional. Perang di Yaman telah menewaskan lebih dari 10 000 orang dan lebih dari 2 juta orang mengungsi.

