Wakil WFP di Myanmar, Stephen Anderson mengungkapkan semakin banyak warga miskin kehilangan lapangan kerja dan tidak mempunyai cukup uang untuk kebutuhan pangannya. Sementara itu, harga barang-barang esensial seperti beras dan minyak juga meningkat, khususnya di kawasan-kawasan perbatasan. Menurut WFP, ada banyak sebab-musabab yang menimbulkan situasi tersebut, di antaranya pandemi Covid-19 selama setahun lebih ini.
PBB Imbau Bantuan Senilai 106 Juta USD Bagi Warga Myanmar
(VOVWORLD) - Program Pangan Dunia (WFP) pada 22 April memperingatkan bahwa pengurangan pangan di Myanmar akan meningkat beberapa kali lipat dalam 6 bulan mendatang sehingga membuat 3,4 juta warga harus bergantung pada bantuan, di samping mengimbau komunitas internasional memberikan bantuan senilai 106 juta USD bagi bencana kelaparan di Myanmar.
