Menurut laporan tersebut, negara-negara berkembang saja akan membutuhkan biaya sebesar 300 miliar USD per tahun untuk langkah-langkah seperti itu hingga 2030 dan 500 miliar USD per tahun hingga 2050. Pada Konferensi ke-26 Para Peserta Konvensi Kerangka PBB tentang Perubahan Iklim (COP26), negara-negara termiskin di dunia telah berupaya mengimbau negara-negara yang lebih kaya agar melaksanakan komitmen untuk memberikan bantuan keuangan sebesar 100 miliar USD per tahun dalam periode 2020-2025 kepada negara-negara sedang berkembang untuk menghadapi perubahan iklim.

Dengan suhu bumi yang meningkat 1,1 derajat Celcius sejak pertengahan abad ke-19, dunia telah menyaksikan serangkaian bencana cuaca yang mengerikan akibat perubahan iklim dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari gelombang-gelombang panas yang hebat hingga banjir bandang dan kebakaran hutan yang tidak terkendali. UNEP menganggap bahwa para pemerintahan hingga kini telah melewatkan peluang dengan memanfaatkan wabah Covid-19 sebagai prioritas pengeluaran untuk pemulihan hijau.