Sekjen PBB, Antonio Guterres (Foto: Xinhua / VNA)

Konkretnya, pemimpin PBB menyerukan kemajuan di tiga asoek yaitu: mengakui dan menunjukkan solidaritas dengan para korban, membantu para korban dalam mengakses keadilan dan mengembangkan langkah-langkah anti terorisme yang berpusat pada korban. Pesan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa perlu memahami kebutuhan khusus korban terorisme, mendukung dan memenuhi kebutuhan yang sah dari korban melalui layanan yang komprehensif dan menjamin kesetaraan gender, tidak mengabaikan perempuan dan anak perempuan korban.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan terorisme merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional, menghambat pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan dan merusak hak asasi manusia serta supremasi hukum. PBB terus meningkatkan upaya anti- terorisme dalam segala bentuknya.