Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama Sekjen Guterres, Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq mengatakan: "Sekjen terus memantau secara ketat perkembangan di Sri Lanka. Dia selalu bersatu dengan warga Sri Lanka. Sekjen mengutuk semua tindakan kekerasan dan mengimbau semua pihak terkait supaya memikul tanggung jawab, menekankan arti penting tertinggi dalam mempertahankan perdamaian. PBB siap membantu Sri Lanka dan warganya.

Sebelumnya, pada 10 Juli, partai-partai oposisi di Sri Lanka telah bertemu untuk menyepakati pembentukan pemerintahan baru ketika ribuan demonstran berduyun-duyun datang ke ibu kota Kolombo, merusak pagar penjagaan dan menyerbu ke Kepresidenan dan tempat kediaman Perdana Menteri negara ini.