Sekjen PBB, Antonio Guterres dan Jubir PBB, Stephane Dujarric (kiri) pada konferensi pers di New York, AS (Foto: AFP/VNA) |
PBB mengeluarkan imbauan tersebut pada konteks perundingan-perundingan baru di Wina, Swiss tentang pemulihan JCPOA yang berlangsung sejak awal pekan ini – setelah tertunda dari Juni lalu telah untuk sementara terhenti pada 3 Desember dan berencana akan diadakan kembali pada pertengahan minggu depan. Hadir pada putaran perundingan ada delegasi-delegasi perunding Inggris, Tiongkok, Perancis, Jerman, dan Rusia, sementara perwakilan Amerika Serikat hadir secara tidak langsung melalui mediasi Uni Eropa.
JCPOA ditandatangani pada 2015, menurut kesepakatan tersebut, Iran membatasi program nuklirnya alih-alih penghapusan sanksi-sanksi terhadap negara ini. Namun, pada 2018, Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu Donald Trump telah memutuskan menarik diri dari kesepakatan, sekaligus menuntut melakukan perundingan kembali tentang pasal-pasal yang dianggap oleh AS masih longgar. Iran tidak menerima tuntutan tersebut dan AS telah mengenakan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran.

