Benggolan kelompok bersenjata Islam Jaish-e-Mohammed (JeM), Masood Azhar (Foto: VNA)

Gerak-gerik ini berlangsung lebih dari 1 bulan setelah Tiongkok mencegah satu rekomendasi dari Amerika Serikat, Inggris dan Perancis untuk mengenakan perintah larangan terhadap benggolan JeM, organisasi yang pernah mengakui melakukan serangan teror yang berlumuran darah di kawasan Kashmir pada bulan Februari lalu sehingga lebih dari 40 serdadu tewas. Sementara itu, Tiongkok memberitahukan masih memerlukan lagi waktu untuk mempelajarinya. Pada pekan lalu, Sekretaris Hubungan Luar Negeri India, Vijay Gokhale telah mengunjungi Tiongkok dan memberi lagi bukti-bukti tentang peranan JeM dalam serangan-serangan teror di India.