Padamnya listrik terus-menerus di Jalur Gaza menimbulkan banyak kesulitan terhadap warga Palestina di kawasan ini. (Foto: Reuters)

Pada jumpa pers di Markas Besar PBB, juru bicara Badan Koordinator Masalah-Masala Kemanusiaan, Ibu Eri Kaneko memberitahukan: Program bahan bakar darurat di Jalur Gaza tersebut sedang memerlukan dana darurat sebanyak 4,5 juta USD untuk mempertahankan aktivitas-aktivitas. Anggaran belanja yang diberikan oleh PBB kepada program ini sudah habis, sehingga akan bisa memasok 2/3 di antara 950 000 liter bahan bakar untuk mempertahankan aktivitas di 231 tempat medis, kebersihan dan pengadaan air minum di kawasan ini pada bulan Agustus ini.

Ketegangan telah mengalami eskalasi di sepanjang garis perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza setelah beberapa pekan orang Palestina melakukan demonstrasi untuk memprotes Israel di kawasan ini dari tanggal 30 Maret lalu. Menurut sumber berita kesehatan, sedikitnya ada 127 orang Palestina yang tewas dan 14 000 orang lain cedera sejak demonstrasi meledak di Jalur Gaza pada akhir bulan Maret lalu.