Ilustrasi (Foto: VNA)

Berbicara di sidang online, Farhan Haq, wakil juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menunjukkan: PBB menyatakan secara jelas bahwa semua pihak terkait kesepakatan nuklir – nama resminya ialah Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) perlu terus menaati komitmen, sekaligus mengimbau Iran supaya bekerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Pemerintah Iran, pada Senin (4/1) mengumumkan telah mengadakan kembali produksi uranium dengan kemurnian 20% di bais nuklir Fordow, jauh melampaui komitmen dalam JCPOA. Pada hari yang sama, IAEA juga mengkonfirmasikan informasi ini. Uni Eropa juga memperingatkan bahwa gerak-gerik Iran tersebut akan “menyesatkan arah secara berarti” komitmen-komitmen Pemerintah Teheran di JCPOA.