Perutusan tersebut menunjukkan bahwa dengan sponsor dari utusan khusus PBB, Ghassan Salame, satu permufakatan gencatan senjata telah dicapai dan ditandatangani pada Selasa (4/9) untuk menghentikan semua tindakan permusuhan, warga sipil, membela harta benda negara dan swasta serta membuka pintu kembali bandara Mitiga di Tripoli.
Sayap-sayap bersenjata yang berjuang merebut Ibu Kota Libia pada lebih dari satu pekan ini telah mencapai satu permufakatan, tetapi belum jelas bagaimana cara permufakatan ini dilaksanakan karena pasukan-pasukan milisia telah tidak menggubris seruan pemerintah tentang gencatan senjata yang mendapat dukungan PBB – satu Pemerintah yang hampir-hampir tidak memiliki kekuasaan.
