Seruan ini dikeluarkan pada latar belakang tanggal 05/06 menandai ultah ke-50 meletusnya perang antara Israel dan negara-negara Arab 6 hari pada tahun 1967 sehingga Israel menduduki Tepi Barat, Jerussalem Timur, Jalur Gaza dan daerah dataran tinggi Golan.
![]() |
Sekjen PBB, Antonio Guterres menekankan bahwa menghentikan pendudukan dari tahun 1967 dan mencapai satu hasil tentang solusi dua negara merupakan langkah satu-satunya untuk menegakkan fundasi bagi perdamaian yang berjangka panjang guna memenuhi kebutuhan keamanan Israel maupun hasrat rakyat Palestina tentang negara dan kedaulatan. Menurut Sekjen Antonio Guterres, pemecahan bentrokan Israel-Palestina akan menghapuskan faktor kekerasan ektrimis dan terorisme di Timur Tengah serta membuka pintu bagi kerjasama, keamanan, kemakmuran dan hak asasi manusia kepada semua fihak. Dia menyerukan kepada dua fihak supaya kembali melakukan perundingan langsung untuk menangani semua masalah yang bersangkutan dengan situasi terakhir di atas dasar solusi-solusi yang bersangkutan dan permufakatan-permufakatan serta hukum internasional.
Sementara itu, ketika berbicara di depan upacara peringatan ultah ke-50 meletusnya perang antara Israel dan negara-negara Arab, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan tidak menyerahkan lagi kontrol keamanan lembah Jordan di Tepi Barat dalam semua permufakatan perdamaian masa depan apa pun dengan Palestina.

