Di depan konferensi pers di Jenewa, Swiss, dia menyatakan bahwa ada tanda-tanda permulaan seperti koordinasi dari kelompok-kelompok oposisi di Suriah dan bantuan dari komunitas internasional yang memperlihatkan kemungkinan besar tersebut.

Pada hari yang sama, Kekuatan pemberontak di Suriah mengonfirmasikan bahwa Kepala kekuatan ini, Abu Mohammed al-Jolani telah bertemu dengan Perdana Menteri (PM), Mohammed al-Jalani untuk mendiskusikan “serah-terima kekuasaan”. Parlemen Suriah pada hari yang sama juga mengeluarkan pernyataan memberkan dukungan bagi hasrat warga tentang pembangunan satu tanah air yang baru.

Sementara itu, kalangan otoritas Israel, pada tgl 09 Desember memberitahukan bahwa negara ini akan memperhebat serangan-serangan terhadap gudang-gudang cadangan senjata modern dari Suriah dan mempertahankan keberadaan “yang terbatas” dari Tentara di daratan untuk mencegah semua ancaman yang bisa muncul setelah Presiden Bashar al-Assad digulingkan.

Dalam satu perkembangan yang lain pada hari yang sama, Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov memberitahukan bahwa hal ini akan didiskusikan antara Pemerintah yang berkuasa di Suriah setelah proses serah-terima.