Konkretnya, sampai dengan tgl 02 September, Burundi telah mencatat 328 kasus terpapar, Afrika Selatan mencatat 24 kasus, Uganda mencapat 7 kasus, sementara itu Rwanda dan Kenya mencatat 4 kasus di masing-masing negara. Juga menurut OCHA, Burundi merupakan negara yang menderika kerugian lebih banyak kedua di Afrika setelah Republik Demokratik Kongo – tempat merebak wabah ini.

Menurut pencatatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai dengan tgl 27 Agustus, sudah dicatat 22.863 kasus diduga terpapar, 5.281 kasus terpapar dan 622 kasus kematian terkait dengan varian-varian virus yang menimbulkan penyakit cacar monyet yang berbeda-beda di Afrika. Pada tgl 14 Agustus, WHO telah mengumumkan penyakit cacar monyet menimbulkan situasi darurat tentang kesehatan umum di seluruh global (PHEIC) ketika kasus terpapar varian 1B (mudah menular dan angat mematikan) meningkat secara drastis di Republik Demokratik Kongo dan menular ke luar garis perbatasan negara ini. PHEIC merupakan peringatan tertinggi dari WHO terhadap satu penyakit.