Dalam laporan prospek dan situasi ekonomi dunia 2022 yang dikeluarkan pada 13 Januari, Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap bahwa motivasi pertumbuhan pada 2021 mulai melambat sejak akhir tahun lalu. Hal ini bisa dilihat di berbagai perekonomian besar seperti Tiongkok, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, karena langkah-langkah stimulasi moneter dan keuangan mulai berangsur-angsur menurun dan terputusnya rantai pasokan terulang kembali.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa bersamaan dengan situasi pandemi yang masih berlanjut, tekanan inflasi yang kian meningkat di berbagai perekonomian maju dan beberapa perekonomian berkembang menciptakan berbagai risiko yang mengancam proses pemulihan global. Laporan juga memperingatkan bahwa akibat jangka panjang pandemi akan menyebabkan kesenjangan ketidaksetaraan antarnegara kian melebar.