Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan II tahun 2026 diperkirakan tumbuh 8,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, pada paruh pertama tahun ini, PDB Vietnam tumbuh 8,18%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 7,63% pada periode yang sama tahun 2025.

Informasi tersebut diumumkan oleh Direktorat Statistik di bawah Kementerian Keuangan Vietnam pada Jumat pagi (3 Juli).

Pertumbuhan ekonomi tersebut terus didorong oleh tiga sektor utama, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri dan konstruksi; serta jasa.

Salah satu titik terang yang paling menonjol dalam panorama ekonomi paruh pertama tahun ini adalah pemulihan yang kuat di sektor industri. Nilai tambah dari seluruh sektor industri mencapai 9,86%, memberikan kontribusi lebih dari 40% dalam laju peningkatan total nilai tambah dari seluruh perekonomian.

Selama enam bulan pertama tahun 2026, nilai ekspor komoditas Vietnam mencapai lebih dari 266,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS), meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, neraca perdagangan barang diperkirakan mengalami defisit sebesar 16,65 miliar dolar AS.

AS tetap menjadi pasar ekspor terbesar bagi Vietnam, sedangkan Tiongkok merupakan pasar impor terbesar.

Hal yang juga patut diperhatikan adalah total nilai investasi asing langsung (FDI) yang terdaftar di Vietnam hingga 30 Juni 2026 mencapai 34,65 miliar dolar AS, meningkat 61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.