Dalam konferensi pers tentang Pekan Iklim ASEAN yang berlangsung pada Senin pagi (27 April), Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Juan Miguel Cuna menekankan bahwa Pekan Iklim ASEAN 2026 menyoroti prioritas kawasan terkait kemampuan pemulihan pascara bencana, aksi iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Juan Miguel Cuna menyatakan: “Filipina sedang mendorong penyusunan Pernyataan Bersama ASEAN tentang perubahan iklim, sebagai persiapan untuk COP ke-31 pada akhir tahun ini. Pada dasarnya, pernyataan tersebut akan mencakup prioritas bersama seluruh kawasan, menegaskan kembali komitmen bersama ASEAN dalam berbagai aspek, termasuk Target kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) dalam Perjanjian Paris terkait penanganan perubahan iklim, rencana adaptasi nasional, dukungan keuangan bagi komunitas yang terdampak perubahan iklim, serta proses transisi yang adil. Inilah tujuan-tujuan yang ingin kami capai”.

Dengan tema “Bersama membentuk masa depan: dari ambisi menuju implementasi”, Pekan Iklim ASEAN 2026 mencakup serangkaian dialog tingkat tinggi, sesi diskusi tematik, serta kegiatan pertukaran teknis yang bertujuan untuk mendorong aksi iklim di kawasan Asia Tenggara.