Sumber berita dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Korea memberitahukan bahwa dalam pertemuan di jembatan TV, para pejabat Kemhan tiga negara tersebut telah mengutuk keras peluncuran rudal RDRK, menekankan bahwa ini merupakan tindakan yang melanggar “secara terang-terangan” semua resolusi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Bersamaan itu, menunjukkan bahwa program pengembangan rudal balistik oleh RDRK merupakan “satu ancaman yang tidak bisa diterima” terhadap perdamaian dan kestabilan di semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur Laut.
![]() |
Pada hari yang sama, Presiden Republik Korea, Moon Jae-in berkomitmen akan melakukan denuklirisasi RDRK secara “ kuat dan fundamental”, melalui semua cara yang ada, termasuk sanksi dan dialog. Ini dianggap sebagai peringatan dengan kata-kata yang paling keras dari Pemerintah baru Republik Korea terhadap Pyong Yang.

