Pada 9 Mei, Misi Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) mengeluarkan peringatan mengenai “gelombang” serangan mematikan terhadap warga sipil di wilayah timur negara tersebut. MONUSCO menyebutkan bahwa puluhan warga sipil telah tewas dalam beberapa hari terakhir di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan, namun tidak merinci kejadian-kejadian tersebut.
Wilayah timur Republik Demokratik Kongo yang kaya sumber daya mineral telah hancur selama tiga dekade akibat konflik yang melibatkan berbagai kelompok teroris, pemberontak, dan milisi bersenjata.
