Sementara itu, para pejabat lain dari Kementerian Luar Negeri AS membocorkan, kedua Menlu menyatakan keinginan untuk menstabilkan hubungan antara negara adikuasa tersebut serta mencegah bahaya persaingan yang mendatangkan konflik. Menlu Antony Blinken menegaskan, AS tidak ingin berpisah dengan Tiongkok dan telah memiliki kesepakatan agar kedua pihak terus melakukan perundingan untuk mencapai kemajuan dalam beberapa masalah.
Pada pihaknya, Menlu Qin Gang menunjukkan kekhawatiran Tiongkok tentang kepentingan-kepentingan titik berat negara ini, di antaranya ada masalah Taiwan, bersamaan itu menganggap bahwa ini merupakan “risiko yang paling menonjol” dalam hubungan Tiongkok-AS.
Kalangan pengamat berharap agar kunjungan Menlu Blinken di Tiongkok akan membuka jalan bagi pertemuan-pertemuan bilateral lain pada bulan-bulan mendatang, yang meliputi kemungkinan Menteri Keuangan AS, Janet Yellen dan Menteri Perdagangan AS, Gina Ramondo mengunjungi Tiongkok. Kunjungan ini juga dianggap sebagai prasyarat untuk pertemuan-pertemuan antara Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Presiden AS, Joe Biden pada konferensi-konferensi tingkat tinggi multilateral pada akhir tahun ini.
