Pertunjukan pembuka bertajuk “Arabica Son La – Keharuman yang Mekar dari Bumi”, yang dipadukan dengan program seni khusus dan pertunjukan cahaya menggunakan 500 pesawat nirawak (drone light show), menggambarkan secara hidup perjalanan tanaman kopi serta kerja keras dan kreativitas para petani. Semua itu membawa harapan untuk mengangkat kopi Son La ke kancah dunia, mengubah tanaman yang dahulu menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan menjadi komoditas yang mampu bersaing di pasar global.

Dalam sambutan pembukaan festival, Ketua Komite Rakyat Provinsi Son La, Nguyen Dinh Viet, menegaskan bahwa Son La tidak hanya berupaya memperluas jangkauan pasar kopi Son La, tetapi juga bertekad meningkatkan nilai tambah kopi, membangun merek yang lebih kuat, serta memperkenalkan keunikan dan kekayaan budaya masyarakat Son La kepada dunia dan konsumen global.

Tujuan akhirnya adalah memastikan para petani kopi memperoleh manfaat yang sepadan dengan hasil kerja keras mereka, perusahaan dapat berkembang secara efektif, daya saing industri kopi Son La semakin meningkat, serta komoditas ini memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pembangunan sosial dan ekonomi provinsi tersebut.

Diselenggarakan untuk kedua kalinya, Festival Kopi Son La merupakan ajang berskala besar di bidang budaya, pariwisata, dan promosi perdagangan. Festival ini tidak hanya mengangkat nilai kopi Arabika Son La serta memberikan penghargaan kepada para petani yang menanam, merawat, dan menghasilkan cita rasa khas kopi tersebut, tetapi juga turut mempromosikan citra, merek, identitas budaya, serta potensi pembangunan daerah. Selain itu, festival ini diharapkan dapat menyebarluaskan nilai kopi Arabika Son La di pasar domestik maupun internasional.