Dalam pidato pembukaannya, Wakil Perdana Menteri Nguyen Van Thang menekankan bahwa bagi bangsa Vietnam, perdamaian bukan hanya sekadar aspirasi tetapi juga nilai sakral yang ditebus dengan begitu banyak darah dan pengorbanan dari generasi-generasi pendahulu. Dari bumi yang mengalami banyak penderitaan akibat perang, Quang Tri saat ini bertransformasi menjadi simbol perdamaian, persahabatan, dan aspirasi pembangunan. Hal tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Quang Tri, tetapi juga merupakan citra dari sebuah negara Vietnam yang cinta damai, menutup masa lampau untuk bersama dunia menuju masa depan.
Program pembukaan festival tersebut dipentaskan secara teliti tentang isi dan bentuk serta penerapan teknologi pertunjukan yang modern dan dikaitkan dengan tata seni kreatif. Dengan tiga program yang termasuk arusan memori, Cahaya perdamaian dan dunia yang bernyanyi, program kesenian tersebut bertujuan memuliakan nilai-nilai perdamaian, menghubungkan masa lampau dengan masa depan. Secara khusus, ritual pembunyian lonceng doa perdamaian — sebuah momen yang khidmat dan menyentuh hati — menyampaikan aspirasi akan sebuah dunia yang damai, bersatu, dan berkembang secara berkelanjutan.
