Di depan upacara pembukaan, Sekretaris Eksekutif UNCCD, Ibrahim Thiaw menekankan makna penting dalam pemulihan lahan, mendeskripsikan ini sebagai “salah satu instrumen yang paling efektif untuk menangani beberapa tantangan yang paling besar dari zaman seperti perubahan iklikm, kehilangan ketahanan pangan, ketidaksetaraan ekonomi, imigrasi terpaksa, dan bahkan destabilitas global”. Dia meminta perhatian bahwa sampai tahun 2050, ada sekitar 7,5 miliar orang yang terkena dampak kekeringan, bersamaan itu mengimbau tindakan sesegera mungkin.

Di COP 16 kali ini, para utusan direncanakan akan memutuskan tindakan-tindakan kolektif untuk mempercepat upaya-upaya memulihkan lahan, memperkuat kemampuan pemulihan sebelum kekeringan dan badai pasir, memulihkan kesehatan lahan dan memperluas pola produksi pangan yang positif terhadap alam pada tahun 2030 dan waktu selanjutnya.