Konferensi yang berlangsung dari tanggal 1 sampai 2 November dipimpin Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, membahas risiko-risiko terkait AI, dari risiko kehilangan lapangan kerja dan serangan dunia maya hingga manusia kehilangan kontrol terhadap sistem-sistem ciptaannya serta langkah-langkah untuk mengurangi risiko. Selain itu, isi diskusi pada konferensi diperluas daripada yang sudah direncanakan, meliputi isu-isu besar terkait AI dari “deepfake” hingga perawatan kesehatan.
Juga pada hari yang sama, Inggris telah mengumumkan “Pernyataan Bletchley” dengan kesepakatan dari 28 negara guna mendorong upaya-upaya koordinasi global untuk menjamin keselamatan di bidang AI.
Republik Korea akan menjadi negara tuan rumah KTT AI Global ke-2 yang direncanakan akan berlangsung dalam enam bulan mendatang. Sementara itu, konferensi ke-3 akan diselenggarakan di Prancis.
