Sekjen PBB, Antonio Guterres berbicara pada acara tersebut (Foto: UN) |
Ketika berbicara pada acara pembukaan KTT tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa sistem-sistem pangan global tengah mengalami ketidakseimbangan sehingga membuat miliaran orang yang harus membayar, tanpa memedulikan bahwa dunia sekarang telah berkembang secara modern dan mengalami kelebihan materiel. Dia mengutip data-data yang menunjukkan bahwa ada lebih dari 780 juta orang di seluruh dunia yang sedang menghadapi situasi ketidakcukupan pangan, sedangkan sekitar 30% volume pangan di dunia masih digunakan secara boros atau mengalami kehilangan. Sekjen PBB menunjukkan kenyataan bahwa ada sekitar 462 juta orang di dunia yang mengalami malnutrisi, sementara itu sekitar 2 miliar orang yang mengalami obesitas atau kegemukan.
Menurut Program Pangan Dunia (WFP), kejutan-kejutan terkait iklim, Pandemi Covid-19 dan konflik, di antaranya ada konflik Rusia-Ukraina telah turut memojokkan jumlah orang yang harus menghadapi kelaparan menjadi 122 juta orang sejak tahun 2019.

