Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (kiri) menyampaikan keputusan untuk mengangkat Mohammed Mustafa menjadi PM baru, di Kota Ramallah (Tepian Barat), pada 14 Maret 2024 (Foto: Xinhua / VNA) |
Pada acara unjuk muka, PM Mohammed Mustafa menyatakan prioritas tertinggi Pemerintah ialah menghentikan perang, bersamaan dengan itu “akan berupaya untuk mencapai visi-visi menyatukan struktur organisasi, menerima tanggung jawab di Jalur Gaza”.
Sebelumnya, pada tanggal 28 Maret, Pemerintah Palestina mengumumkan pembentukan Kabinet baru yang meliputi 23 Menteri, di antaranya ada 3 perempuan dan 6 orang Palestina di Jalur Gaza. PM Mustafa diangkat oleh Presiden Mahmoud Abbas menjadi PM pada latar belakang komunitas internasional meningkatkan tekanan terhadap Pemerintah Palestina dalam perombakan kabinet.

