Aung San Suu Kyi yang pernah mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian ditangkap pada tanggal 01 Februari 2021 ketika tentara melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintah sipil di mana dia menjadi penasehat negara. Dia sedang menghadapi 11 tuduhan pidana, termasuk dua tuduhan tentang korupsi dan satu tuduhan melanggar Undang-Undang mengenai Rahasia Negara.

Dia sedang menghadapi sidang pengadilan tertutup. Pemerintah militer di Myanmar tidak membolehkan Utusan Khusus ASEAN mendekati Ibu Aung San Suu Kyi. Para jurnalis juga tidak dibolehkan berpartisipasi pada prosedur-prosedur pengadilan di Mahkamah dan Pemerintah juga tidak membolehkan kelompok pengacara Suu Kyi mendekati media.