GNA mengeluarkan seruan tersebut setelah pasukan Tentara Nasional Libia (LNA) yang dikepalai oleh Jenderal Khalifa Haftar telah mengontrol dua pelabuhan. Jenderal Khaliga Haftar memberitahukan bahwa LNA akan menyerahkan dua pelabuhan ini kepada pemerintahan yang tidak diakui oleh komunitas internasional di Libia Timur. Pernyataan GNA menunjukkan: “Penyerahan pelabuhan-pelabuhan minyak kepada pemerintahan yang ilegal hanya membuat pepecahan menjadi lebih serius”. GNA juga memperingatkan bahwa tindakan GNA akan “merusak upaya-upaya internasional dan di dalam negeri selama bertahun-tahun ini untuk menuju ke pemulihan kestabilan” di negara Afrika Utara ini.