Dalam pernyataan-nya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Suriah menekankan bahwa Perutusan pencari kebenaran (FFM) dari OPCW telah membuat laporan di atas pembocoran dari para anasir teroris.

Ilustrasi (Sumber: Reuters)

Sebelumnya, pada Jumat (30 Juni), FFM mengumumkan laporan yang menyatakan bahwa neurotoxin sarin telah digunakan dalam satu serangan di Suriah Utara pada bulan 4/2017, sehingga puluhan orang sudah tewas.

Serangan yang terjadi pada tanggal 4/4 lalu di kotamadya Khan Sheikhun, provinsi Idlib, telah menewaskan 87 orang. Barat menuduh pasukan-pasukan pimpinan Presiden Bashar Al Assad yang berdiri di belakang kasus ini. Namun, Pemerintah Suriah dengan gigih mengingcari semua implikasi, bersamaan itu menekankan bahwa pasukan-pasukan bersenjata Suriah belum pernah dan akan tidak pernah menggunakan senjata kimia dalam semua serangan.